Proses Syar’i Sebuah Pernikahan
April 4, 2018
Inilah Alasan Kenapa Kamu Harus Menggunakan Jasa Assakinah Catering!
April 14, 2018

Inspirasi Pernikahan Syar’i ala Putri Ke-3 Aa Gym, Seperti Apa?

Jakarta – Pernikahan putri ketiga KH Abdullah Gymnastiar atau yang lebih dikenal dengan panggilan Aa Gym, Ghaitsa Zahira Sofa dan Maulana Yusuf, mengundang decak kagum dari berbagai kalangan. Ghaitsa dan keluarga sepakat untuk menggelar pesta pernikahan yang syar’i dengan tema Al-Qur’an karena kedua pengantin adalah penghapal Al-Quran.

Saat dihubungi Wolipop melalui telepon, kakak kandung Ghaitsa, Ghaida Tsurayya berbagi cerita mengenai detail pernikahan sang adik yang bisa menginspirasi wanita muslim lainnya. Berikut uraiannya:

1. Konsep dan Tema Pernikahan

Ghaida mengatakan bahwa konsep pernikahan sejak awal memang syar’i dengan tema Al-Quran. Konsep tersebut diminta langsung oleh Ghaitsa yang ingin pernikahannya bernuansa Islami. “Konsepnya syar’i dan temanya memang Al-Quran karena Icha (sapaan akrab Ghaitsa) dan suaminya adalah hafidz dan hafidzah. Ada (hiasan) kutipan-kutipan agar tamu yang datang lebih mencintai Allah dan Al-Quran, banner di depannya juga ada kutipan untuk mencintai Al-Quran,” tutur putri kandung dari Aa Gym dan Ninih Muthmainnah itu.

2. Dekorasi

Karena konsepnya syar’i, dekorasi dibuat minimalis dan bersih. Warna putih dipilih untuk dekorasi pelaminan dan kursi. Pernikahan yang diselenggarakan di Dome Central 5 Daarut Tauhid, Bandung, Jawa Barat, itu merupakan tempat para santri berolahraga. Ruang tersebut dipilih karena cukup luas dan bisa dibuat seperti taman yang indah dan hijau. Meskipun terlihat seperti di luar ruangan namun sebenarnya pernikahan digelar di dalam ruangan, hanya saja ditambahkan karpet rumput hijau yang segar.

Ghaida mengatakan lokasi tidak dipilih di luar ruangan karena selain persiapannya singkat, cuaca yang tak menentu juga menjadi pertimbangan. Benar saja, ketika pesta pernikahan digelar pada Sabtu (7/3/2015), hujan turun di pagi dan sore hari.

3. Tamu Dipisah

Terdapat 200 kursi tamu untuk pria dan wanita yang diatur secara terpisah. Ada pembatas berupa tiang kecil yang didekor dengan bunga-bunga untuk memisahkan tamu pria dan wanita. Ghaida mengatakan bahwa tamu undangan yang datang mencapai 6.000 orang.

“Walaupun dipisah tapi laki-laki dan perempuan tetap kelihatan, pelaminannya juga dipisah, jadi perempuan salamannya sama pengantin perempuannya, laki-laki sama pengantin lakinya, tapi di bawah juga ada tempat makan karena tamunya banyak,” ujarnya.

4. Gaun Pengantin

Gaun pengantin dibuat syar’i yang tidak menonjolkan lekuk tubuh. Gaun tersebut dirancang sendiri olehnya. Wanita yang terjun menjadi desainer sejak 2009 itu mengaku hanya menyiapkan satu gaun karena persiapan yang singkat. Meskipun gaunnya sama tapi kerudung dan aksesori kepala dibuat berbeda supaya penampilan Ghaitsa tidak terkesan sama ketika akad dan resepsi.

Untuk pengantin pria, busananya bukan dirancang oleh Ghaida melainkan pinjaman dari kerabat. Busana pengantin dipilih warna krem agar tidak terlalu sama seperti seragam pria untuk keluarga kedua mempelai yang berwarna putih.

5. Seragam Keluarga

Seragam wanita untuk keluarga kedua mempelai merupakan hasil rancangannya dengan label Gda’s by Ghaida. Seluruh seragam tampak syar’i dengan potongan menyerupai gaun Ghaitsa. Namun material yang digunakan tentu berbeda. Para pengiring pengantin menggunakan material yang licin berupa satin warna dusty pink. Bagian atasnya juga memiliki potongan cape untuk menutupi lekuk dada.

6. Mahar dan Hadiah dari Pengantin Pria

Salah satu yang membuat banyak orang kagum dengan pernikahan putri ketiga Aa Gym dan Teh Ninih itu adalah hadiah dari pengantin pria yang berupa pembacaan Al-Quran. Sebelum ijab-qabul, ada proses murojaah (pengulangan hafalan Al-Quran) yang dilakukan oleh pengantin pria mulai Jumat (6/3/2015) pagi sampai Sabtu (7/3/2015) pagi diikuti oleh pengantin wanita dari ruang yang berbeda. Proses pembacaan Al-Quran tersebut tidak hanya dilakukan oleh pengantin pria tapi beberapa hafidz Quran lainnya. Pengantin pria hanya membaca juz 1 sampai 5 serta juz 30 mulai Surat At-Takatsur hingga An-Nas. Setelah itu langsung berlanjut ijab qabul tanpa ada jeda. Sementara maharnya sendiri berupa 10 gram emas dan uang 1 dirham.

7. Persiapan Singkat

Persiapan pernikahan dilakukan sangat singkat, hanya tiga minggu. Ghaida sedikit bercerita bahwa Icha dan suami adiknya yang merupakan seorang ustad, Maulana Yusuf, melakukan proses ta’aruf. Keduanya belum pernah berkenalan secara langsung sebelumnya, mereka hanya saling tahu karena Aa Gym sudah mengenal sang ustad. Kemudian mereka dijodohkan dan keduanya menerima.

Setelah itu langsung ditentukan tanggal di mana sang ayah dan keluarga bisa hadir di acara pernikahan Ghaitsa dan Maulana. “Ya sudah akhirnya ditentukan tanggal yang bapak kosong nggak ada ceramah. Dapatlah tanggal 7 Maret, nggak ada arti apa-apa sih sama tanggal itu cuma minggu depannya bapak ceramah ke Oman, karena semua bisa tanggal 7 jadi dipilih hari itu, kan keduanya sudah siap lebih cepat lebih baik biar nggak dikira pacaran dulu,” tambahnya.

Meskipun persiapannya singkat, Ghaida mengaku bersyukur karena banyak orang membantu menyelenggarakan acara hingga berjalan dengan lancar. Ia pun berterima kasih dengan para santri dan jamaah dari pesantren Daarut Tauhid yang membantu mengatur acara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *